TNI AD

TNI AD Turun Langsung Bersihkan SD Tapteng Usai Banjir Susulan

TNI AD Turun Langsung Bersihkan SD Tapteng Usai Banjir Susulan
TNI AD Turun Langsung Bersihkan SD Tapteng Usai Banjir Susulan

JAKARTA - Bencana banjir yang kembali melanda Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, pada pertengahan Februari 2026, menyisakan tantangan besar bagi warga setempat, terutama di sektor pendidikan. 

Salah satu dampak yang dirasakan adalah terhambatnya kegiatan belajar mengajar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 152983 Hutanabolon I, Tukka, yang terendam lumpur dan material banjir. 

Namun, langkah cepat diambil oleh TNI Angkatan Darat yang turun langsung untuk membersihkan sekolah tersebut pada Sabtu, 21 Februari 2026, guna memastikan aktivitas pendidikan kembali berjalan normal.

Pembersihan yang dilakukan oleh TNI AD ini bukan hanya sebagai bentuk pemulihan fasilitas pendidikan yang terpengaruh, tetapi juga menggambarkan semangat gotong royong yang menjadi bagian dari upaya TNI dalam mendukung pemulihan pasca-bencana. 

Dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk personel Kodim 0211/Tapanuli Tengah, prajurit Yon TP 905/TS, dan pihak sekolah, proses pemulihan ini berjalan lancar meski tantangan cukup besar.

Tantangan Banjir Susulan yang Menggenangi Sekolah

Banjir susulan yang terjadi pada 16 Februari 2026, disebabkan oleh curah hujan tinggi, kembali menggenangi sejumlah wilayah di Tapanuli Tengah, termasuk kawasan sekitar SDN 152983 Hutanabolon I. 

Air yang meluap tidak hanya merendam jalanan dan pemukiman, tetapi juga memasuki ruang kelas, menyebabkan lumpur dan sisa material banjir menyebar di sekitar sekolah. Kondisi ini tentu saja mengganggu proses belajar mengajar dan membuat sekolah tidak dapat digunakan dalam beberapa hari.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad), Brigjen TNI Donny Pramono, menjelaskan bahwa upaya pembersihan difokuskan pada dua aspek penting: mengangkat lumpur dan material banjir yang menggenangi ruang kelas, serta membersihkan akses jalan dan halaman sekolah. Semua itu dilakukan agar sekolah dapat kembali digunakan dengan aman oleh siswa dan tenaga pendidik.

“Pembersihan ini bertujuan untuk memastikan proses belajar mengajar bisa berjalan dengan lancar dan tidak terganggu lebih lama akibat dampak banjir,” kata Brigjen Donny.

Gotong Royong TNI dan Masyarakat untuk Pemulihan

Proses pembersihan sekolah ini tidak hanya melibatkan personel TNI AD, tetapi juga warga setempat. Dengan menggunakan alat-alat manual seperti sekop, cangkul, dan angkong, tim gabungan ini bekerja keras untuk membersihkan seluruh area yang terdampak banjir. 

Melalui kerjasama yang erat antara TNI, prajurit, dan masyarakat, lingkungan sekolah yang semula dipenuhi lumpur dan sisa material banjir akhirnya kembali bersih.

Brigjen Donny menekankan bahwa semangat gotong royong sangat penting dalam mempercepat proses pemulihan fasilitas umum pasca-bencana. Kehadiran TNI di lapangan, menurutnya, tidak hanya membantu mempercepat pemulihan, tetapi juga mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat setempat, sekaligus menguatkan semangat kebersamaan dalam menghadapi bencana.

"Kehadiran TNI di lapangan diharapkan memberi manfaat nyata dan memperkuat semangat gotong royong dalam menghadapi dampak bencana," ujar Brigjen Donny.

Pentingnya Pemulihan Fasilitas Pendidikan Pasca-Banjir

Sekolah yang telah dibersihkan ini kini sudah siap digunakan kembali oleh siswa dan tenaga pendidik. Proses belajar mengajar yang sempat terganggu akibat banjir akhirnya dapat dilanjutkan. 

Mengingat pentingnya fasilitas pendidikan bagi masyarakat, TNI AD berkomitmen untuk terus membantu pemulihan fasilitas umum, terutama di bidang pendidikan, agar masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan normal.

“Dengan kondisi sekolah yang kini kembali normal, kegiatan belajar mengajar dapat dilanjutkan tanpa gangguan lebih lama. Kami berharap langkah ini dapat membantu proses pemulihan yang lebih cepat,” tambah Brigjen Donny.

Selain itu, upaya TNI ini juga mengirimkan pesan penting tentang pentingnya sinergi antara TNI, masyarakat, dan pemerintah dalam menghadapi bencana. 

Bantuan yang diberikan oleh TNI menunjukkan bahwa tanggap darurat bukan hanya tentang menyelesaikan masalah sesaat, tetapi juga tentang membangun kembali kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat yang terdampak.

Banjir yang Terus Mengancam dan Upaya Pemulihan

Banjir yang melanda Tapanuli Tengah pada 16 Februari 2026 bukanlah kejadian pertama, mengingat sebelumnya wilayah tersebut sudah mengalami banjir serupa. Bahkan, beberapa wilayah seperti Hutanabolon dan Tukka terendam dengan cepat hingga merusak infrastruktur penting, termasuk jalan dan akses menuju perumahan.

Menurut Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan air sungai naik dengan cepat, bahkan tanggul di Kelurahan Bonalumban jebol, memperparah kondisi banjir. 

Debit air yang tinggi juga mempengaruhi daerah-daerah lain seperti Sibabangun, Lumut, dan Pinangsori, serta kawasan Badiri yang dilaporkan terendam air. Selain itu, jalan utama dan akses menuju perumahan di Aek Tolang, Pandan juga kembali rusak dan tertutup lumpur.

Namun, meskipun kondisi semakin meluas, bantuan dari berbagai pihak, termasuk TNI AD, memastikan bahwa proses pemulihan dapat dilakukan dengan cepat dan efektif. Dengan berbagai upaya tersebut, diharapkan kondisi wilayah terdampak dapat pulih dan kembali normal secepatnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index