FINANSIALTODAY.COM — Fenomena penuaan dini tidak selalu terlihat dari kerutan di wajah. Pada tingkat sel, tubuh seseorang berusia 20-an bisa saja memiliki kondisi yang menyerupai orang lanjut usia. Pakar pengobatan fungsional, Dr. Will Cole, menyebut kondisi ini sebagai "masalah penuaan yang dipercepat", yaitu saat usia biologis tidak sejalan dengan usia kronologis.
"Banyak orang berusia 20-an, 30-an, dan 40-an memiliki sel-sel tubuh seperti orang lanjut usia. Hal ini memang umum terjadi, tetapi bukan berarti normal," ujar Cole, sebagaimana dikutip dari NYPost dan Fox News Digital.
Mengapa Sel Tubuh Bisa "Bingung"?
Menurut Cole, genetika manusia tidak banyak berubah selama ribuan tahun, tetapi lingkungan dan kebiasaan modern berubah drastis. Tubuh pun kesulitan beradaptasi dengan cepat.
"Ini semua tentang makanan yang kita makan atau tidak kita makan, racun lingkungan yang sebelumnya tidak pernah ada di lingkungan kita, serta stres dan trauma," jelasnya.
Tekanan-tekanan ini membuat sel kehilangan kemampuan untuk memperbaiki diri. Akibatnya, fungsi organ terganggu dan memicu peradangan, masalah tidur, hingga mempercepat proses penuaan.
Pemicu Utama dari Kebiasaan Sehari-hari
Cole menyoroti tiga faktor utama yang paling sering dijumpai. Pertama, pola makan yang tidak sehat. Konsumsi makanan pemicu peradangan dan jadwal makan yang tidak konsisten—makan terus-menerus tanpa jeda puasa—mengganggu keseimbangan sel.
Kedua, paparan lingkungan. Bahan kimia seperti pestisida, herbisida, dan PFAS (perfluoroalkyl substances) yang terdapat pada panci antilengket, pakaian outdoor, atau pelapis kertas karton makanan, berpotensi menjadi masalah. Efeknya bergantung pada zat, dosis, dan durasi kontak.
Ketiga, paparan cahaya layar (blue screen) di malam hari. Kebiasaan ini mengganggu ritme sirkadian, sementara jadwal tidur-bangun yang konsisten dan paparan cahaya matahari di siang hari justru mendukung kesehatan sel.
Stres dan Isolasi Sosial Ikut Berperan
Stres kronis, trauma yang belum terselesaikan, dan kurangnya koneksi sosial juga berkontribusi pada gangguan fungsi sel. Cole menyebut faktor-faktor ini meningkatkan "kebisingan" yang membuat sel bingung menjalankan tugasnya.
"Sel menjadi bingung, sehingga tidak tahu bagaimana menjalankan fungsinya dengan baik dan memperbaiki dirinya sendiri," ujarnya.
Menariknya, Cole menambahkan bahwa memiliki kehidupan spiritual atau "perjalanan iman" dikaitkan dengan umur yang lebih panjang dan lebih sehat, meski ia tidak merinci mekanisme medis di balik klaim tersebut.
Langkah Awal yang Bisa Dilakukan
Bagi masyarakat umum, tidak perlu langsung panik. Kuncinya adalah memberi tubuh "kesempatan untuk mendengar di tengah kebisingan", seperti yang disarankan Cole.
Mulailah dengan memperbaiki kualitas tidur, membatasi makan di malam hari, dan mengurangi paparan bahan kimia dari produk rumah tangga. Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang kondisi kesehatan atau ingin melakukan pemeriksaan lebih lanjut, konsultasikan dengan dokter atau tenaga medis profesional.