MDKA dan EMAS Amankan Kontrak Jual Beli 3 Ton Emas dengan Antam

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:03:15 WIB
MDKA dan EMAS Amankan Kontrak Jual Beli 3 Ton Emas dengan Antam

JAKARTA - Di tengah meningkatnya perhatian terhadap penguatan hilirisasi dan penyerapan hasil tambang dalam negeri, langkah strategis kembali dilakukan pelaku industri emas nasional. 

Komitmen untuk memastikan produksi emas domestik terserap optimal kini diwujudkan melalui kesepakatan jangka menengah antara dua entitas besar di sektor pertambangan. Kerja sama ini bukan sekadar kontrak dagang, melainkan bagian dari strategi memperkuat ekosistem emas nasional dari hulu hingga hilir.

PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mengamankan kesepakatan jual beli emas sebanyak 3 metrik ton per tahun dengan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) untuk memperkuat penyerapan produksi domestik. 

Kesepakatan tersebut dikukuhkan melalui penandatanganan Gold Sales & Purchase Agreement (GSPA) antara Antam dengan anak usaha MDKA, yakni PT Bumi Suksesindo (BSI) dan PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS) selaku entitas anak PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) pada Rabu (4/3/2026).

Dalam perjanjian yang berlaku selama dua tahun ini, total volume transaksi disepakati sebesar 3 metrik ton atau hampir 100.000 ounce emas per tahun. Kontrak juga memuat opsi penambahan 3 metrik ton lagi setiap tahunnya. Adapun kesepakatan memuat skema BSI dan PETS bertindak sebagai penjual, sementara Antam menjadi pembeli emas granula hasil pemurnian domestik.

Presiden Direktur Merdeka Copper Gold, Albert Saputro, menjelaskan bahwa GSPA ini merupakan langkah strategis untuk memastikan penyerapan produksi emas Grup Merdeka secara optimal di pasar domestik.

“Dengan basis produksi yang semakin kuat dari Tambang Emas Tujuh Bukit dan Tambang Emas Pani, kami membutuhkan struktur offtake yang stabil dan terukur. GSPA ini memberikan kepastian penyerapan produksi, sekaligus memperkuat kontribusi kami terhadap industri emas domestik” ucap Albert.

Kesepakatan Strategis Perkuat Penyerapan Domestik

Kerja sama ini menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan rantai pasok emas nasional. Melalui skema offtake yang terstruktur, Grup Merdeka memperoleh kepastian pasar atas produksi emasnya, sementara Antam mendapatkan pasokan bahan baku pemurnian dari sumber domestik.

Model kolaborasi ini dinilai mampu menciptakan stabilitas sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi emas dalam negeri.

Dengan durasi kontrak dua tahun dan opsi tambahan volume, kedua belah pihak memiliki ruang fleksibilitas dalam mengantisipasi dinamika produksi maupun permintaan pasar. 

Kepastian transaksi hingga hampir 100.000 ounce per tahun menjadi angka signifikan dalam menjaga ritme penjualan dan pengolahan emas nasional.

Kontribusi Tambang Tujuh Bukit Dan Pani

Produksi emas yang masuk dalam klausul kerja sama ini berasal dari dua aset utama Grup Merdeka. Pertama, Tambang Emas Tujuh Bukit di Banyuwangi yang telah beroperasi sejak 2017 dan menjadi salah satu tulang punggung produksi perseroan.

Kedua, Tambang Emas Pani di Gorontalo yang merupakan proyek terbaru grup Merdeka dengan potensi pertumbuhan signifikan.

Kehadiran dua tambang ini memperkuat kapasitas produksi perusahaan, sekaligus memastikan pasokan yang konsisten untuk memenuhi komitmen dalam GSPA. Dengan basis produksi yang semakin solid, strategi offtake menjadi instrumen penting untuk menjaga kesinambungan arus penjualan.

Tonggak Penting Proyek Emas Pani

Tambang Emas Pani mencatatkan tonggak sejarah penting dengan melakukan penuangan emas perdana atau first gold pour pada 14 Februari 2026.

Momentum ini menandai fase baru operasional tambang setelah melalui tahapan pengembangan dan konstruksi. Sebelumnya, tambang ini telah mengirimkan batangan dore seberat 44,04 kg ke Antam untuk pemurnian perdana pada akhir Februari lalu.

Langkah tersebut menunjukkan kesiapan operasional Pani dalam mendukung pasokan emas ke dalam kontrak jangka menengah ini. Manajemen MDKA menargetkan penjualan emas murni perdana kepada Antam berdasarkan kontrak GSPA ini dapat terlaksana sebelum akhir Maret 2026.

Optimisme Perkuat Industri Emas Nasional

Ke depan, Grup Merdeka optimistis peningkatan kapasitas produksi yang dibarengi dengan praktik pertambangan bertanggung jawab akan terus memperkuat kontribusi perseroan terhadap industri emas nasional.

Kepastian pasar domestik melalui GSPA menjadi katalis positif dalam menjaga stabilitas pendapatan sekaligus memperluas dampak ekonomi.

Sinergi antara produsen dan pemurni dalam negeri juga mempertegas arah kebijakan hilirisasi sumber daya mineral yang terus didorong pemerintah.

Dengan struktur kerja sama yang terukur dan berbasis produksi nyata dari Tujuh Bukit serta Pani, kontrak ini menjadi bagian penting dalam memperkuat daya saing industri emas Indonesia. Tidak hanya memastikan serapan hasil tambang, tetapi juga mendukung keberlanjutan ekosistem pertambangan nasional secara menyeluruh.

Jalinan kolaborasi ini memperlihatkan bahwa integrasi hulu dan hilir bukan sekadar wacana, melainkan strategi konkret yang telah dijalankan. Dalam lanskap industri yang terus berkembang, kepastian offtake dan penguatan produksi menjadi kunci menjaga momentum pertumbuhan.

Terkini