Ekspor

RI Ekspor Perdana Bumbu Pasta Indonesia ke Arab Saudi

RI Ekspor Perdana Bumbu Pasta Indonesia ke Arab Saudi
RI Ekspor Perdana Bumbu Pasta Indonesia ke Arab Saudi

JAKARTA - PT Niaga Citra Mandiri (NCM) resmi memulai ekspor perdana bumbu masak khas Indonesia ke Arab Saudi pada Selasa, 3 Maret 2025. Sebanyak 76 ton bumbu pasta dikirim sebagai tahap awal penetrasi pasar perusahaan ke kawasan Timur Tengah. 

Langkah ini sekaligus mendukung program Kementerian Haji dan Umrah RI untuk memperkuat ekosistem ekonomi haji nasional, sehingga jemaah dapat menikmati hidangan bercita rasa Nusantara selama berada di Tanah Suci.

Produk bumbu yang dikirim meliputi varian populer seperti nasi uduk, balado, nasi goreng, nasi goreng kampung, woku, dan rujak. Pihak NCM mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dan daerah dalam membuka akses pasar internasional. 

Joko, perwakilan perusahaan, menekankan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kolaborasi antara pelaku usaha dan pemerintah. 

“Kami berterima kasih kepada Kementerian Haji dan Umrah serta Pemerintah Kota Tangerang Selatan yang membimbing kami sebagai UMKM binaan sehingga mampu menembus pasar lebih luas,” ungkapnya.

Ekspor perdana ini dipandang sebagai titik awal penetrasi global berkelanjutan. NCM optimistis kualitas produk dan kekayaan rempah Indonesia mampu bersaing di pasar Timur Tengah. 

Ke depan, perusahaan menargetkan peningkatan kapasitas produksi secara bertahap untuk memenuhi lonjakan permintaan internasional.

Pelaku IKM menembus pasar global

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, menyoroti pentingnya ekspor ini bagi Industri Kecil Menengah (IKM) di kawasan Taman Tekno. Menurutnya, pengiriman bumbu pasta ke Arab Saudi menjadi tonggak bagi IKM untuk naik kelas dan menunjukkan daya saing produk lokal di pasar global. 

Pilar menegaskan, keberhasilan ini diharapkan mendorong peningkatan kapasitas produksi perusahaan sehingga dapat memenuhi permintaan luar negeri yang terus bertambah.

“Ekspor ini menunjukkan IKM Tangerang Selatan mampu bersaing di kancah internasional. Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi UMKM lain untuk menembus pasar global,” kata Pilar.

Selain itu, dukungan penuh juga datang dari Kementerian Haji dan Umrah. Direktur Fasilitas Kemitraan Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Tri Hidayatno, menyebut bahwa pengiriman bumbu ini bukan sekadar kegiatan perdagangan. Lebih dari itu, langkah ini merupakan upaya menghadirkan cita rasa Indonesia bagi jemaah haji dan umrah. 

“Ini adalah langkah konkret menghadirkan makanan khas Nusantara yang kaya rempah agar jemaah tetap bisa menikmati cita rasa Indonesia selama menjalankan ibadah,” ujar Tri.

Kolaborasi dengan mitra distribusi di Arab Saudi

Dalam proses distribusi, NCM menggandeng Ali Asia Food untuk memastikan produk tersalurkan secara efisien ke dapur-dapur layanan haji di Makkah dan Madinah. Kolaborasi ini diharapkan membuka peluang ekspansi lebih luas bagi NCM dan UMKM Indonesia lainnya. 

Mitra lokal memainkan peran penting dalam menjaga kualitas dan konsistensi produk saat tiba di pasar Arab Saudi, sehingga reputasi bumbu Indonesia tetap terjaga.

Pihak perusahaan menilai, ekspor perdana ini membuka jalur baru bagi produk lokal di pasar internasional. Kesuksesan pengiriman pertama akan menjadi acuan untuk ekspor selanjutnya, tidak hanya ke Arab Saudi, tetapi juga ke negara lain yang memiliki komunitas Indonesia signifikan maupun pasar rempah yang menjanjikan. 

Peningkatan volume produksi juga menjadi fokus utama NCM agar dapat memenuhi kebutuhan domestik dan ekspor secara bersamaan.

Dukungan pemerintah dan peluang UMKM

Langkah ekspor ini menjadi bukti nyata sinergi pemerintah dan sektor swasta dalam mendukung pertumbuhan UMKM. Pemerintah pusat maupun daerah berperan aktif membimbing IKM, membuka akses pasar, dan memfasilitasi sertifikasi serta regulasi yang memudahkan penetrasi global. 

Pilar Saga Ichsan menekankan bahwa keberhasilan NCM di pasar Arab Saudi menjadi motivasi bagi IKM lain untuk meningkatkan kualitas produk, inovasi kemasan, dan manajemen rantai pasok sehingga dapat bersaing di tingkat internasional.

Ekspor ini juga sejalan dengan program nasional untuk mempromosikan kekayaan kuliner Nusantara sebagai produk unggulan. Dengan dukungan pemerintah, NCM mampu menunjukkan bahwa makanan dan bumbu Indonesia memiliki potensi ekonomi yang besar, tidak hanya sebagai komoditas konsumsi, tetapi juga sebagai sarana diplomasi budaya.

Selain keuntungan ekonomi, ekspor bumbu ini berperan menjaga citra kuliner Indonesia di luar negeri. Kualitas rempah dan keautentikan rasa menjadi faktor pembeda yang meningkatkan kepercayaan konsumen internasional terhadap produk lokal. 

Dengan strategi pemasaran yang tepat dan kolaborasi berkelanjutan dengan mitra distribusi global, NCM diharapkan dapat memperluas pasar dan membuka peluang ekspor bagi UMKM Indonesia lainnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index