Mulai April 2026, 4.000 ASN Bakal Ikuti Pelatihan Komcad Nasional Sukarela

Kamis, 26 Februari 2026 | 15:21:18 WIB
Mulai April 2026, 4.000 ASN Bakal Ikuti Pelatihan Komcad Nasional Sukarela

JAKARTA - Pemerintah bersiap meningkatkan kapasitas pertahanan nasional melalui pelatihan khusus bagi aparatur sipil negara (ASN). 

Program Komponen Cadangan (Komcad) ini dirancang untuk memperkuat kesiapsiagaan, sekaligus memberikan pengalaman pertahanan bagi ASN yang bersedia berpartisipasi secara sukarela.

Sebanyak 4.000 aparatur sipil negara (ASN) akan menjalani pelatihan menjadi Komponen Cadangan (Komcad) selama satu setengah bulan. Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemenhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menjelaskan, pelatihan tersebut rencananya akan dimulai pada April 2026.

"Jadi gelombang pertama 2.000 orang, kemudian dilaksanakan satu bulan setengah. Dilanjutkan gelombang kedua 2.000 orang untuk satu bulan setengah berikutnya," ujar Rico di Menteng, Jakarta, Rabu (25/2/2026).

Pelatihan ini menekankan sifat sukarela. Tidak ada paksaan bagi ASN yang ingin mengikuti program, sesuai dengan Undang-Undang tentang PSDN tahun 2019 Nomor 23.

"Ini sifatnya tetap menjadi bagian dari sukarela. Garis bawahi. Syarat-syaratnya adalah sukarela, sehingga tidak ada unsur paksaan, kewajiban, dan sebagainya, tidak ada," sambungnya.

Saat ini, tahap registrasi dan pendaftaran sedang dibuka untuk ASN dari 49 kementerian, dengan kuota yang disesuaikan dengan jumlah pegawai tiap instansi.

Sistem kuota dan seleksi peserta

Setiap kementerian mendapatkan alokasi kuota sesuai jumlah pegawainya. Misalnya, Kementerian A dengan 1.000 pegawai bisa mengirim sekitar 50 peserta, sementara Kementerian B dengan 500 pegawai hanya sekitar 10 orang.

Proses seleksi dilakukan secara administratif dan kesehatan, untuk memastikan peserta dalam kondisi fisik sehat dan mampu mengikuti pelatihan tanpa hambatan.

"Kalau secara gender, apakah laki-laki dan perempuan, itu diserahkan kepada instansi ataupun kementeriannya masing-masing. Yang dikirimkan sesuai dengan pendaftaran yang dilakukan di internal, ya itu yang nantinya akan diproses secara administrasi," jelas Rico.

Seleksi ini juga bertujuan untuk menjaga kualitas dan efektivitas pelatihan. ASN yang lolos akan memiliki kompetensi dasar pertahanan dan kesiapsiagaan dalam mendukung tugas negara.

Pelatihan Komcad bagi ASN juga menjadi wahana untuk menanamkan nilai bela negara, sekaligus memperkuat integrasi sipil-militer dalam sistem pertahanan nasional.

Program ini bukan hanya membekali ASN dengan keterampilan militer dasar, tetapi juga pengalaman strategis dalam konteks pertahanan negara.

Persyaratan khusus bagi ASN

Sebelumnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Rini Widyantini menegaskan bahwa tidak semua ASN dapat mengikuti pelatihan menjadi Komcad.

Rini menyatakan, pelatihan Komcad adalah bentuk keikutsertaan pemerintah dalam bela negara. Namun hanya ASN yang memenuhi persyaratan tertentu yang dapat lolos seleksi.

"Jadi Komcad itu adalah bagian dari keikutsertaan pemerintah untuk kaitannya dengan bela negara. Tapi tidak semua pegawai ASN itu bisa menjadi Komcad," ujar Rini ketika ditemui di Kantor KemenpanRB, Jakarta Selatan, Selasa (24/2/2026).

Persyaratan ini mencakup kondisi fisik, administrasi, dan kesiapan pribadi peserta untuk mengikuti pelatihan secara sukarela. ASN yang memenuhi kriteria akan mendapatkan pengalaman pendidikan pertahanan dasar yang aplikatif.

Dengan sistem ini, pemerintah memastikan bahwa pelatihan tidak mengganggu tugas rutin ASN, sekaligus tetap mendukung kesiapsiagaan pertahanan nasional.

Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam konteks pertahanan dan keamanan.

Pelatihan komcad sebagai bagian dari strategi nasional

Sebanyak 243 pegawai negeri sipil (PNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) Kemenhan sebelumnya telah ditetapkan sebagai Komcad Matra Darat Gelombang II Tahun Anggaran 2025.

Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah dalam membangun cadangan sumber daya manusia pertahanan yang handal, siap diterjunkan dalam situasi darurat, sekaligus memperkuat peran ASN dalam bela negara.

Pelatihan Komcad selama 1,5 bulan ini akan memberikan materi dasar militer, manajemen krisis, serta kesiapsiagaan sipil dalam konteks pertahanan negara.

Kemenhan menekankan bahwa pelatihan tersebut tidak mengubah status ASN, melainkan menambah kompetensi mereka untuk mendukung sistem pertahanan nasional.

Langkah ini juga menjadi sarana integrasi antara aparat sipil dan militer, membangun pemahaman yang lebih baik mengenai peran masing-masing pihak dalam menjaga kedaulatan negara.

Melalui program Komcad, ASN diharapkan mampu mengaplikasikan kemampuan yang diperoleh untuk mendukung keamanan nasional dan mendorong kesadaran bela negara di lingkungan kerja mereka.

Dampak terhadap pelayanan publik dan masyarakat

Meski mengikuti pelatihan, ASN tetap menjalankan tugas rutinnya di instansi masing-masing dengan penyesuaian jadwal. Program ini dirancang agar pelayanan publik tetap berjalan tanpa gangguan.

Pendekatan ini juga mendorong ASN memahami peran strategis pertahanan, sambil tetap menjalankan amanah pelayanan publik dengan profesional.

Melalui pelatihan ini, ASN tidak hanya menjadi pegawai yang kompeten di bidang administrasi, tetapi juga memiliki kesiapsiagaan dan kesadaran bela negara yang tinggi.

Terkini