Pembiayaan Gadai ValueMax Meningkat Jelang Lebaran Tahun Ini

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:14:08 WIB
Pembiayaan Gadai ValueMax Meningkat Jelang Lebaran Tahun Ini

JAKARTA - Menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri, kebutuhan masyarakat terhadap dana tunai biasanya meningkat cukup signifikan. Berbagai keperluan seperti persiapan mudik, belanja kebutuhan keluarga, hingga tambahan modal usaha mendorong sebagian masyarakat mencari solusi pembiayaan yang cepat dan mudah.

Salah satu layanan yang kerap dimanfaatkan adalah gadai. Skema pembiayaan ini dinilai praktis karena prosesnya relatif cepat, syaratnya tidak rumit, serta memberikan akses likuiditas bagi masyarakat yang membutuhkan dana dalam waktu singkat.

Fenomena peningkatan aktivitas gadai menjelang Lebaran juga dirasakan oleh sejumlah perusahaan pergadaian. Salah satunya PT Gadai ValueMax Indonesia yang mencatat adanya tren kenaikan pembiayaan gadai dalam beberapa pekan terakhir menjelang Hari Raya.

Tren Peningkatan Aktivitas Gadai Menjelang Lebaran

Kebutuhan yang cenderung meningkat menjelang Lebaran, membuat banyak masyarakat menggunakan layanan gadai.

PT Gadai ValueMax Indonesia menyebut, menjelang Lebaran memang biasanya terjadi peningkatan aktivitas gadai karena kebutuhan likuiditas masyarakat naik.

"Untuk tahun ini, sudah mulai merasakan juga tren peningkatan secara nominal transaksi sejak beberapa minggu terakhir, meskipun kenaikannya masih bertahap," ujar Direktur Utama Gadai ValueMax Indonesia Brian Wiraatmadja.

Brian menyebut fenomena Lebaran juga secara historis terjadi meningkatnya angka penebusan perhiasan emas yang akan dipakai nasabah untuk mudik.

Setelah liburan panjang Lebaran, baru akan ada peningkatan angka number of accounts atau transaksi gadai kembali di cabang-cabang perusahaan.

Hal tersebut menunjukkan adanya pola musiman dalam industri pergadaian yang biasanya mengikuti siklus kebutuhan masyarakat menjelang dan setelah Lebaran.

Emas Masih Menjadi Barang Gadai Paling Dominan

Brian menerangkan barang yang paling banyak digadaikan sejauh ini masih didominasi emas. Sebab, nilainya stabil dan proses penaksirannya relatif cepat. Dia menjelaskan, barang emas yang banyak digadaikan terutama dalam bentuk logam mulia, seperti Antam, Galeri 24, UBS dan Hartadinata.

"Selain itu, ada juga barang elektronik dan sebagian kendaraan bermotor, tetapi porsinya tidak sebesar emas," ungkapnya.

Dominasi emas sebagai barang gadai tidak terlepas dari karakteristiknya yang memiliki nilai relatif stabil serta mudah diuji keasliannya.

Selain itu, emas juga memiliki likuiditas tinggi sehingga memudahkan perusahaan pergadaian dalam melakukan penaksiran maupun penyaluran pembiayaan kepada nasabah.

Tarif Sewa Modal Tetap Kompetitif

Sementara itu, Brian mengungkapkan sewa modal pada dasarnya tidak berubah saat periode Lebaran. Bunga emas dimulai paling tinggi di 1,1% per 15 hari dan mengikuti tiering uang pinjaman, tetap mengikuti ketentuan yang berlaku di perusahaan.

"Kami menjaga agar tarif tetap kompetitif dan transparan," katanya.

Brian menyebut pada umumnya, masyarakat melakukan gadai jelang Lebaran untuk kebutuhan konsumsi, tambahan modal usaha kecil, maupun kebutuhan keluarga nasabah.

Layanan gadai dinilai mampu menjadi solusi pembiayaan jangka pendek yang cepat bagi masyarakat yang membutuhkan dana tambahan tanpa harus menjual aset yang dimiliki.

Kinerja Industri Pergadaian Terus Bertumbuh

Secara kinerja pembiayaan, dia mengatakan perusahaan membukukan pertumbuhan omzet sebesar 500% sejauh ini.

Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa permintaan terhadap layanan pembiayaan gadai masih cukup kuat di tengah berbagai dinamika ekonomi.

Kondisi ini juga tercermin dari kinerja industri pergadaian secara nasional yang menunjukkan tren pertumbuhan positif.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penyaluran pembiayaan industri pergadaian mencapai Rp143,14 triliun per Januari 2026. Nilai itu mengalami pertumbuhan sebesar 60,05%, jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Secara rinci mengenai kinerja per Januari 2026, OJK mencatat pembiayaan terbesar industri pergadaian disalurkan dalam bentuk produk gadai sebesar Rp115,98 triliun. Nilainya mencakup 81,03% dari total pembiayaan yang disalurkan industri.

Data tersebut menunjukkan bahwa layanan gadai masih menjadi produk utama dalam industri pergadaian di Indonesia. Tingginya porsi pembiayaan gadai juga menegaskan bahwa masyarakat masih memanfaatkan layanan ini sebagai salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan likuiditas jangka pendek.

Seiring dengan meningkatnya aktivitas ekonomi menjelang Hari Raya, industri pergadaian diperkirakan akan terus mengalami peningkatan transaksi. Hal ini mencerminkan peran penting sektor pembiayaan nonbank dalam mendukung kebutuhan keuangan masyarakat secara cepat dan fleksibel.

Terkini