JAKARTA - Mobilitas masyarakat menjelang perayaan Idul Fitri selalu mengalami peningkatan signifikan setiap tahunnya. Tradisi mudik yang telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia membuat jutaan orang melakukan perjalanan dari kota besar menuju kampung halaman.
Jakarta sebagai pusat aktivitas ekonomi dan pemerintahan menjadi salah satu titik keberangkatan utama bagi para pemudik. Setiap tahun, arus kendaraan yang keluar dari ibu kota melonjak tajam menjelang Lebaran, sehingga memerlukan persiapan matang dari berbagai pihak yang terlibat dalam pengelolaan transportasi dan infrastruktur jalan.
Peningkatan volume kendaraan tersebut juga berdampak pada lalu lintas di berbagai ruas tol yang menjadi akses utama keluar dari wilayah Jakarta. Oleh karena itu, pengelola jalan tol bersama pemerintah dan aparat terkait terus melakukan berbagai langkah antisipasi guna memastikan perjalanan masyarakat tetap berjalan dengan aman dan lancar.
PT Jasa Marga (Persero) Tbk sebagai pengelola sejumlah ruas tol utama di Indonesia turut menyiapkan berbagai strategi operasional untuk menghadapi lonjakan kendaraan pada musim mudik Lebaran 2026. Berbagai langkah persiapan dilakukan mulai dari kesiapan infrastruktur, peningkatan layanan pengguna jalan, hingga penguatan sistem teknologi pemantauan lalu lintas.
Prediksi Lonjakan Kendaraan Keluar Jakarta Saat Mudik Lebaran
PT Jasa Marga (Persero) Tbk memprediksi sekitar 3,5 juta kendaraan akan keluar dari Jakarta melalui empat Gerbang Tol (GT) utama pada arus mudik Lebaran 2026.
Sebagai bentuk kesiapan menyambut lonjakan volume kendaraan tersebut, Jasa Marga bersama stakeholder terkait telah melakukan berbagai persiapan pelayanan operasional jalan tol untuk memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman, nyaman, dan lancar.
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menyampaikan, pihaknya menyiagakan sekitar 8.000 personel dan didukung 516 unit kendaraan operasional yang siap bertugas dalam Operasi Angkutan Lebaran (Operasi Ketupat).
"Dari sisi kesiapan infrastruktur, Jasa Marga memastikan empat ruas tol fungsional telah siap 100 persen untuk dioperasikan," ujar Rivan dalam keterangan resminya saat melakukan Apel Terpadu Jasa Marga Siaga Operasional Lebaran Idulfitri 1447 H/2026, Selasa (10/3/2026).
Pemanfaatan Teknologi Untuk Kelancaran Lalu Lintas Mudik
Rivan menjelaskan, untuk mendukung pengelolaan lalu lintas pada empat GT yang menjadi akses keluar Jakarta, Jasa Marga mengoptimalkan pemanfaatan teknologi.
Salah satu teknologi yang digunakan adalah Jasa Marga Integrated Digital (JID) yang memiliki tingkat akurasi hingga 97 persen.
Adanya teknologi tersebut diklaim membantu pengambilan keputusan secara tepat dan responsif dalam mendukung kelancaran arus lalu lintas.
Selain itu, Jasa Marga juga meluncurkan layanan call center 133 sebagai pusat layanan informasi dan pengaduan bagi pengguna jalan tol yang dapat diakses selama 24 jam.
Adapun nomor tersebut menggantikan layanan sebelumnya, yakni 14080.
"Melalui Call Center 133, Jasa Marga berharap komunikasi dengan pengguna jalan menjadi lebih cepat, mudah, dan responsif," ujarnya.
Kesiapan Armada Operasional Dan Layanan Jalan Tol
Dalam mendukung kelancaran arus mudik, Jasa Marga juga menyiagakan berbagai armada layanan operasional jalan tol.
Beberapa di antaranya meliputi 176 unit kendaraan derek, 124 unit Mobile Customer Service (MCS), 55 unit ambulans, serta 101 kendaraan Patroli Jalan Raya (PJR).
Kesiapan mobile crane juga ditingkatkan untuk mengantisipasi kejadian khusus yang membutuhkan penanganan cepat di jalan tol.
Selain itu, perusahaan juga memperkuat berbagai fasilitas operasional guna memastikan pengguna jalan mendapatkan pelayanan optimal selama perjalanan mudik.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keselamatan serta kenyamanan para pemudik yang menggunakan jaringan jalan tol.
Penguatan Sarana Lalu Lintas Dan Layanan Pengguna Jalan
Untuk mengantisipasi potensi dampak cuaca ekstrem, Jasa Marga menyiagakan 71 tim siaga serta 209 unit pompa air guna menjaga kelancaran lalu lintas.
Sarana prasarana lalu lintas juga diperkuat melalui penyediaan sekitar 18.000 rubber cone serta penambahan rambu rekayasa lalu lintas untuk mendukung penerapan manajemen lalu lintas selama periode arus mudik dan balik Lebaran.
Layanan pengguna jalan juga ditingkatkan melalui 43 posko kesehatan di berbagai titik rest area.
Sementara untuk menjaga kelancaran transaksi di gerbang tol, Jasa Marga menyiagakan 470 personel on call serta 736 unit mobile reader sebagai alat bantu transaksi guna mengantisipasi lonjakan volume kendaraan selama periode Lebaran.
Dengan berbagai langkah persiapan tersebut, Jasa Marga berharap arus mudik Lebaran 2026 dapat berlangsung lebih tertib dan lancar meskipun jumlah kendaraan yang keluar dari Jakarta diprediksi mencapai jutaan unit.
Koordinasi dengan berbagai pihak juga terus dilakukan agar sistem pengaturan lalu lintas dapat berjalan optimal selama masa mudik hingga arus balik Lebaran.