Jadwal Imsakiyah Wilayah Bekasi Kamis, 26 Februari 2026

Kamis, 26 Februari 2026 | 09:18:10 WIB
Jadwal Imsakiyah Wilayah Bekasi Kamis, 26 Februari 2026

JAKARTA - Rutinitas harian di kota penyangga ibu kota sering kali bergerak cepat, bahkan saat bulan Ramadhan tiba. Di tengah padatnya aktivitas warga, ketepatan waktu ibadah menjadi penopang ketenangan batin. 

Informasi imsakiyah membantu umat Islam menyiapkan sahur dengan lebih tertib sekaligus memastikan waktu berbuka sesuai tuntunan syariat.

Di wilayah industri seperti Bekasi, alarm sahur yang berbunyi dini hari kerap menjadi penanda dimulainya suasana spiritual. Dari dapur yang mulai menyala hingga heningnya jalanan menjelang Subuh, momen-momen kecil ini mengingatkan pentingnya disiplin waktu dalam menjalankan puasa.

Mengetahui jadwal imsakiyah bukan semata urusan teknis, melainkan bentuk kehati-hatian agar ibadah dimulai dan diakhiri tepat waktu. Ulasan berikut merangkum jadwal resmi serta penjelasan makna imsak, Subuh, dan landasan keilmuannya agar pelaksanaan puasa lebih tenang dan terarah.

Jadwal Imsakiyah Dan Waktu Buka Puasa

Berdasarkan data resmi dari JadwalSholat.org, Kamis, 26 Februari 2026 bertepatan dengan 09 Ramadhan 1447 H untuk wilayah Bekasi. Informasi waktu ini disusun dengan memperhitungkan parameter astronomis setempat, termasuk tambahan waktu ihtiyati sebagai bentuk kehati-hatian.

Rincian waktu salat dan imsak untuk wilayah Bekasi pada hari tersebut adalah sebagai berikut:

Imsak: 04.31 WIB
Subuh: 04.41 WIB
Dzuhur: 12.07 WIB
Ashar: 15.14 WIB
Maghrib (Buka Puasa): 18.14 WIB
Isya: 19.25 WIB

Dengan demikian, waktu berbuka puasa di Bekasi pada Kamis, 26 Februari 2026 jatuh pada pukul 18.14 WIB. Jadwal ini dapat dijadikan acuan resmi agar pelaksanaan ibadah lebih tertib dan menenangkan.

Antara Imsak Dan Subuh Dalam Pandangan Fikih

Istilah imsak sudah sangat dikenal di Indonesia. Di banyak masjid dan musala, pengumuman imsak dikumandangkan sebagai pengingat menjelang Subuh. Namun secara fikih, batas dimulainya puasa adalah terbitnya fajar shadiq atau masuk waktu Subuh, bukan saat imsak.

Hal ini merujuk pada firman Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah ayat 187: “Makan dan minumlah hingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar…”. Para ulama klasik menegaskan bahwa puasa sah dimulai ketika fajar shadiq telah terbit hingga matahari terbenam.

Imam Al-Mawardi dalam kitab Iqna’ menjelaskan bahwa puasa dimulai saat terbit fajar shadiq. Musthafa al-Khin dalam Al-Fiqh al-Manhaji mendefinisikan puasa sebagai menahan diri dari hal-hal yang membatalkan sejak terbit fajar hingga tenggelam matahari disertai niat. Artinya, seseorang masih diperbolehkan makan dan minum hingga benar-benar masuk waktu Subuh.

Makna Imsak Sebagai Pengingat Kehati-hatian

Adanya jeda antara imsak dan Subuh dikenal sebagai ihtiyath atau langkah kehati-hatian. Tradisi ini berkembang di Indonesia agar umat tidak terlambat berhenti makan ketika waktu Subuh tiba. 

Dalam berbagai kajian Islam di Indonesia, termasuk yang dibahas di media seperti NU Online dan Rumaysho, imsak dipahami bukan sebagai batas syar’i, melainkan pengingat untuk bersiap mengakhiri sahur.

Fenomena imsak bahkan disebut sebagai kekhasan Asia Tenggara. Tidak semua negara Muslim memasukkan istilah ini dalam jadwal resmi. Namun di Indonesia, imsak berfungsi sebagai “lampu kuning” sebelum masuk waktu Subuh.

Penetapan jeda waktu sekitar sepuluh menit merupakan kesepakatan umum ulama dan ahli falak sebagai bentuk kehati-hatian kolektif. Tujuannya agar umat terhindar dari keraguan dalam menentukan awal puasa.

Landasan Ilmiah Dan Dalil Waktu Puasa

Dalam literatur ilmu falak, seperti yang dijelaskan oleh Muhyiddin Khazin dalam Ilmu Falak dalam Teori dan Praktik, penentuan waktu Subuh didasarkan pada posisi matahari sekitar dua puluh derajat di bawah ufuk. Sementara dalam Tafsir Al-Munir karya Wahbah Az-Zuhaili, dijelaskan bahwa fajar yang menjadi batas awal puasa adalah fajar shadiq, yakni cahaya horizontal yang membentang di ufuk timur.

Hadis riwayat Zaid bin Tsabit menyebutkan bahwa jarak antara sahur Rasulullah SAW dan salat Subuh kira-kira seukuran membaca lima puluh ayat Al-Qur’an. Ini menunjukkan adanya jeda waktu antara selesai sahur dan pelaksanaan Subuh, yang kemudian dipahami sebagai dasar kehati-hatian dalam praktik keseharian.

Dengan pemahaman ini, umat Islam tidak lagi bingung membedakan imsak dan Subuh. Imsak berfungsi sebagai pengingat, sementara Subuh adalah batas syar’i dimulainya puasa.

Pentingnya Jadwal Imsakiyah Bagi Kedisiplinan Ibadah

Mengetahui jadwal imsakiyah bukan hanya soal disiplin waktu, tetapi juga menjaga keabsahan ibadah puasa Ramadhan. Kesalahan menentukan awal atau akhir waktu dapat berimplikasi pada sah atau tidaknya puasa. Karena itu, jadwal yang akurat sangat diperlukan.

Selain menjaga ketepatan ibadah, jadwal imsakiyah membantu mengatur aktivitas harian seperti waktu bangun sahur, pengaturan jadwal kerja atau sekolah, momen berbuka bersama keluarga, hingga penyesuaian waktu tarawih dan ibadah malam. Di kota dinamis seperti Bekasi, informasi ini membantu masyarakat menjalani Ramadhan dengan lebih tertib dan khusyuk.

Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Ia menjadi latihan disiplin, kejujuran, dan kepatuhan terhadap aturan waktu yang telah ditetapkan Allah SWT. Sahur dan berbuka pun memiliki nilai keberkahan. 

Rasulullah SAW menyebutkan keberkahan dalam sahur, sementara waktu berbuka dianjurkan untuk segera dilakukan tanpa menunda-nunda. Momentum azan maghrib menjadi saat mustajab untuk berdoa setelah seharian menahan diri.

Terkini

Geliat Akuisisi Emiten Awal 2026 Dari BABY Sampai PTRO

Kamis, 26 Februari 2026 | 12:12:36 WIB

Ekspansi Fore Buka 100 Gerai Kopi Dan Donut 2026

Kamis, 26 Februari 2026 | 12:12:30 WIB

Jadwal Lengkap KA Prameks Jogja - Kutoarjo 26 Februari 2026

Kamis, 26 Februari 2026 | 12:12:29 WIB

Jadwal Lengkap KA YIA Xpress Tugu Bandara 26 Februari 2026

Kamis, 26 Februari 2026 | 12:12:25 WIB