JAKARTA - Saat menjalani puasa, perhatian orang sering tertuju pada pola makan dan jam tidur. Padahal, kebersihan gigi dan mulut juga tak kalah penting untuk dijaga agar tubuh tetap nyaman sepanjang hari. Keraguan muncul ketika sebagian orang khawatir menyikat gigi dapat membatalkan puasa.
Padahal, menjaga kebersihan mulut justru membantu mencegah penumpukan plak, karang gigi, dan bau mulut yang mengganggu aktivitas ibadah. Pertanyaannya bukan boleh atau tidak, melainkan kapan waktu yang tepat dan bagaimana cara yang aman saat berpuasa.
Mengutip Khaleej Times, waktu ideal menyikat gigi adalah sekitar 30 menit setelah makan. Dengan begitu, menyikat gigi setelah sahur dan setelah berbuka puasa menjadi waktu yang dianjurkan. Selain itu, menyikat gigi sebelum tidur juga membantu menjaga kondisi mulut tetap bersih sepanjang malam.
Menjaga kebersihan gigi selama Ramadan tidak boleh diabaikan meski terdapat hadis yang menyebut bau mulut orang berpuasa lebih harum di sisi Allah seperti kasturi. Dari sisi kesehatan, kebersihan gigi tetap penting untuk mencegah plak dan karang gigi yang dapat memicu masalah gigi berlubang.
Waktu Ideal Menyikat Gigi Saat Puasa
Waktu menyikat gigi saat puasa sebaiknya disesuaikan dengan waktu makan. Menyikat gigi sekitar 30 menit setelah sahur membantu membersihkan sisa makanan yang menempel di gigi dan sela-sela gigi.
Setelah berbuka puasa, menyikat gigi juga dianjurkan untuk menghilangkan sisa makanan dan gula yang dapat memicu pertumbuhan bakteri. Kebiasaan ini membantu menjaga kesehatan enamel gigi agar tetap kuat.
Selain dua waktu tersebut, menyikat gigi sebelum tidur dianjurkan agar kondisi mulut tetap bersih sepanjang malam. Kebersihan yang terjaga membantu mencegah penumpukan plak selama tidur.
Manfaat Menjaga Kebersihan Gigi Dan Mulut
Dari sisi kesehatan, kebersihan gigi perlu dijaga untuk mencegah plak dan karang gigi. Plak merupakan lapisan lengket berisi bakteri yang menempel pada gigi dan mudah terbentuk setelah makan.
Jika plak tidak dibersihkan, bakteri akan menghasilkan asam yang dapat merusak enamel gigi dan memicu gigi berlubang. Plak yang dibiarkan juga dapat mengeras menjadi karang gigi yang lebih sulit dibersihkan.
American Dental Association (ADA) merekomendasikan menyikat gigi menggunakan pasta gigi berfluoride. Fluoride membantu memperkuat enamel gigi dan melindungi gigi dari risiko kerusakan akibat asam.
Hukum Menyikat Gigi Dalam Islam
Dalam Islam, menjaga kebersihan merupakan bagian dari iman. Rasulullah SAW bersabda, "Seandainya tidak memberatkan umatku, niscaya aku perintahkan mereka bersiwak setiap hendak salat." (HR. Bukhari dan Muslim).
Mayoritas ulama memperbolehkan bersiwak maupun menyikat gigi saat puasa, baik sebelum maupun setelah waktu zawal atau tergelincirnya matahari. Tidak ada dalil yang melarang praktik menyikat gigi selama berpuasa.
Hal yang perlu diperhatikan adalah tidak menelan air, pasta gigi, atau sisa makanan secara sengaja. Jika tertelan tanpa sengaja, maka puasa tetap sah dan tidak perlu dibatalkan.
Tips Menjaga Kesehatan Mulut Selama Ramadan
Selain menjaga frekuensi menyikat gigi, ada beberapa hal lain yang perlu diperhatikan agar kesehatan mulut tetap terjaga selama Ramadan.
1. Batasi konsumsi makanan dan minuman manis saat berbuka
Gula dapat meningkatkan risiko gigi berlubang karena menjadi sumber makanan bagi bakteri di mulut.
2. Gunakan pembersih lidah setiap hari
Sebagian besar bau mulut berasal dari penumpukan bakteri di permukaan lidah, sehingga membersihkan lidah membantu menjaga napas tetap segar.
Dengan waktu yang tepat dan cara yang benar, menyikat gigi saat puasa tidak membatalkan ibadah. Justru, kebiasaan ini membantu menjaga kesehatan gigi dan mulut sepanjang Ramadan sehingga aktivitas ibadah tetap nyaman dijalani.