Dekranasda Kota Semarang Studi Banding ke Badung, Intip Dapur Perajin Ni Luh Djelantik untuk Naikkan Kelas UMKM

Selasa, 18 Agustus 2026 | 13:36:01 WIB
Rombongan Dekranasda Kota Semarang mengamati proses produksi sepatu handmade di atelier milik perajin Ni Luh Djelantik, Badung, Bali.

SEMARANG — Plh Ketua Umum Dekranasda Kota Semarang, Vianney Ratna Manikamawi, memimpin langsung rombongan studi banding ke Kabupaten Badung, Bali, akhir pekan lalu. Kunjungan ini menyasar pengembangan kerajinan berbasis komunal atau kerakyatan yang dinilai sukses digerakkan oleh Dekranasda Badung.

"Kami membedah secara mendalam bagaimana Badung sukses menggerakkan pengembangan kerajinan berbasis komunal atau kerakyatan. Pengalaman berharga ini akan menjadi acuan utama kami dalam menyusun formula baru pembinaan perajin di Semarang," ujar sosok yang akrab disapa Nana tersebut.

Target Ekonomi Semarang 2027

Studi banding ini bukan sekadar seremonial. Nana menegaskan, pembelajaran langsung dari Badung akan menjadi acuan dalam menyusun program pembinaan pengrajin di Kota Semarang.

Langkah ini sejalan dengan visi Wali Kota Agustina Wilujeng yang ingin meningkatkan perekonomian daerah pada 2027 mendatang. Ada tiga fokus utama yang dipelajari rombongan: pembinaan kualitas produk, penguatan kapasitas perajin, serta strategi pemasaran dan promosi karya kerajinan.

"Pengalaman tersebut akan dijadikan acuan dalam menyusun program pembinaan pengrajin di Semarang," imbuh Nana.

Membedah Dapur Sukses Ni Luh Djelantik

Selain diskusi dengan Dekranasda Badung, rombongan juga melihat langsung proses produksi di atelier sepatu buatan tangan (handmade) milik perajin dan desainer asal Bali, Ni Luh Djelantik. Atelier ini telah memproduksi sepatu wanita berkualitas tinggi selama 20 tahun terakhir dan menjadi langganan pelanggan lokal hingga mancanegara.

Kunjungan ini diharapkan memberi gambaran nyata bagaimana sebuah produk kerajinan lokal bisa bertahan dan menembus pasar global. Ketua Dekranasda Kabupaten Badung, Rasniathi Adi Arnawa, menyambut baik kunjungan ini sebagai momentum saling berbagi dan belajar.

"Semoga diskusi hari ini saling memperkaya wawasan dan membuka jalan kerja sama yang bermanfaat bagi kedua belah pihak. Kami berharap semua pembelajaran yang diperoleh ini dapat diterapkan dengan baik di Semarang," tambahnya.

Referensi Baru untuk Toko Orang Semarang

Dekranasda Kota Semarang juga menyempatkan diri mengunjungi Love Anchor Market dan Tropical Life di Canggu. Kedua pasar bergaya boho-chic ini menawarkan lebih dari 70 gerai yang menjual perhiasan buatan tangan, pakaian pantai, dekorasi rumah, dan suvenir unik dengan suasana kayu yang estetik.

Kunjungan ke dua pasar tersebut bukan tanpa tujuan. Pemkot Semarang mencari referensi untuk mengembangkan Toko Orang Semarang (TORANG) menjadi pusat oleh-oleh produk-produk khas Kota Semarang. Dengan begitu, nantinya TORANG diharapkan mampu menjadi etalase UMKM lokal yang mampu bersaing dengan pusat oleh-oleh kelas dunia.

Tags

Terkini