JAKARTA - Bulan Ramadan adalah kesempatan emas bagi umat Islam untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah. Salah satu komponen utama yang mendukung kelancaran ibadah puasa adalah pemahaman yang baik tentang jadwal imsakiyah.
Di Jakarta, jadwal ini tidak hanya membantu umat Islam dalam mengatur waktu sahur dan berbuka puasa, tetapi juga menjadi acuan untuk menjalankan ibadah salat lima waktu secara tepat waktu.
Mengetahui jadwal imsakiyah yang akurat sangat penting untuk memastikan bahwa setiap kegiatan ibadah dilaksanakan sesuai dengan syariat, serta untuk menghindari kesalahan dalam mengatur waktu sahur dan berbuka.
Artikel ini akan membahas jadwal imsakiyah untuk Jakarta pada tanggal 24 Februari 2026, sekaligus memberikan panduan bagi umat Islam untuk menjalankan ibadah puasa dengan lebih tertib dan berkualitas.
Jadwal Imsakiyah Jakarta untuk Hari Ke-6 Ramadan 1447 H
Pada hari Selasa, 24 Februari 2026, umat Islam di Jakarta akan memasuki hari ke-6 puasa Ramadan 1447 H. Berikut adalah jadwal imsakiyah lengkap untuk kota Jakarta pada tanggal tersebut:
Imsyak: 04:32 WIB
Subuh: 04:42 WIB
Terbit Fajar: 05:55 WIB
Duha: 06:23 WIB
Dzuhur: 12:09 WIB
Ashar: 15:16 WIB
Maghrib: 18:17 WIB
Isya dan Tarawih: 19:26 WIB
Jadwal ini dirancang berdasarkan perhitungan astronomis yang akurat dan disusun oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Sebagai acuan untuk seluruh umat Islam di Jakarta, jadwal ini memastikan bahwa setiap aktivitas ibadah dapat dilakukan tepat waktu, mulai dari sahur hingga berbuka puasa.
Pentingnya Waktu Imsak dan Subuh
Waktu imsak pada pukul 04:32 WIB menandakan batas terakhir untuk menyelesaikan sahur sebelum memasuki waktu Subuh. Hal ini memberikan kesempatan bagi umat Islam untuk menyelesaikan sahur dengan tenang dan tidak terburu-buru.
Setelah waktu imsak, umat Muslim di Jakarta mulai menahan diri dari makan dan minum, serta mempersiapkan diri untuk ibadah salat Subuh.
Waktu Subuh pada pukul 04:42 WIB adalah waktu yang penting untuk memulai puasa dan melaksanakan salat Subuh. Salat Subuh memiliki keutamaan yang sangat besar, sehingga dianjurkan untuk dilaksanakan pada awal waktu agar mendapatkan pahala yang maksimal.
Mengenal Waktu Terbit Fajar dan Duha
Setelah waktu Subuh, ada waktu Terbit Fajar yang terjadi pada pukul 05:55 WIB. Meskipun terkadang disalahpahami sebagai waktu Subuh, Terbit Fajar sebenarnya adalah penanda dimulainya siang hari, di mana cahaya matahari pertama kali muncul di ufuk timur.
Sementara itu, salat Subuh sudah dilakukan sebelumnya, dan puasa telah dimulai sejak saat itu.
Waktu Duha, yang dimulai pada pukul 06:23 WIB, juga memiliki keutamaan tersendiri. Salat Duha adalah salat sunah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan pada pagi hari setelah matahari terbit sempurna, sebelum waktu Dzuhur tiba.
Melaksanakan salat Duha, meskipun hanya dua rakaat, dapat membawa banyak keberkahan, serta meningkatkan ketenangan jiwa.
Mengatur Waktu Ibadah dengan Jadwal Imsakiyah
Jadwal imsakiyah bukan hanya untuk memantau waktu sahur dan berbuka, tetapi juga membantu umat Islam mengatur jadwal salat lima waktu. Dalam Ramadan, menjaga kualitas ibadah sangat penting, dan salat lima waktu adalah bagian tak terpisahkan dari ibadah puasa.
1. Salat Dzuhur pada pukul 12:09 WIB adalah waktu untuk menjalankan ibadah salat siang hari. Salat Ashar dilaksanakan pada pukul 15:16 WIB, yang menjadi waktu untuk menyempurnakan ibadah di tengah hari.
2. Maghrib pada pukul 18:17 WIB menandai waktu yang paling dinanti, yaitu berbuka puasa. Umat Islam dianjurkan untuk segera berbuka setelah mendengar adzan Maghrib, karena berbuka tepat waktu memiliki banyak keberkahan.
3. Isya pada pukul 19:26 WIB menjadi waktu untuk melaksanakan salat malam, yang sering kali diikuti dengan ibadah tarawih. Waktu Isya juga menjadi kesempatan untuk berdoa, zikir, dan bertadarus Al-Qur’an.
Dengan mengikuti jadwal imsakiyah, umat Islam di Jakarta dapat menjaga kelancaran ibadah puasa, menghindari kelewatan waktu sahur atau berbuka, serta memperbaiki kualitas ibadah lainnya selama bulan suci ini.
Memanfaatkan Waktu Ramadan untuk Ibadah Lebih Banyak
Ramadan adalah bulan yang penuh dengan keberkahan. Selain menjalankan puasa, umat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak ibadah sunah, seperti membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan melakukan sedekah. Setiap ibadah yang dilakukan di bulan Ramadan akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda.
Bertadarus Al-Qur’an adalah salah satu ibadah yang sangat dianjurkan selama Ramadan. Melalui tadarus, umat Islam tidak hanya membaca Al-Qur’an, tetapi juga merenungkan maknanya dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Aktivitas tadarus ini dapat dilakukan setelah salat Subuh, sebelum tidur, atau kapan pun umat Islam memiliki waktu luang.
Selain itu, memperbanyak salat malam atau tarawih, serta melakukan doa untuk diri sendiri dan umat Muslim lainnya, juga akan menambah keberkahan di bulan Ramadan. Dengan memanfaatkan waktu dengan ibadah yang lebih banyak, umat Islam dapat meraih ketenangan dan mendapatkan banyak manfaat spiritual selama bulan yang penuh berkah ini.