JAKARTA - Selai kacang kerap dipilih sebagai pelengkap roti karena rasanya yang gurih manis sekaligus praktis.
Di balik kesederhanaannya, selai kacang ternyata menyimpan kandungan nutrisi yang cukup lengkap dan dapat memberikan dampak tertentu bagi tubuh jika dikonsumsi secara rutin. Tak heran jika banyak orang menjadikannya menu sarapan atau camilan harian.
Selain cokelat dan stroberi, selai kacang menjadi salah satu varian olesan roti yang paling populer. Kandungan protein, lemak sehat, serta berbagai vitamin dan mineral membuatnya dianggap sebagai pilihan yang lebih mengenyangkan dan bergizi.
Namun, konsumsi setiap hari tentu menimbulkan pertanyaan: apa saja perubahan yang sebenarnya terjadi pada tubuh?
Pemilihan produk juga perlu diperhatikan. Selai kacang tanpa tambahan gula atau pemanis buatan lebih disarankan agar asupan kalori tetap terkendali dan tidak memicu rasa kantuk berlebih di siang hari. Dengan porsi yang tepat, selai kacang dapat memberikan manfaat sekaligus potensi risiko yang perlu dipahami.
Jika dikonsumsi secara rutin setiap hari, berikut beberapa hal yang dapat terjadi pada tubuh akibat konsumsi selai kacang.
Mendukung Peningkatan Massa Otot
Salah satu keunggulan utama selai kacang terletak pada kandungan proteinnya. Dalam dua sendok makan selai kacang terkandung sekitar 7 gram protein, atau setara dengan 14 persen kebutuhan protein harian. Angka ini menjadikan selai kacang sebagai sumber protein nabati yang cukup signifikan.
“Kacang tanah mengandung lebih banyak protein daripada kacang lainnya,” kata Malina Malkani, ahli pemberian makan anak sekaligus penulis.
Pernyataan ini menegaskan bahwa kacang tanah, bahan utama selai kacang, memiliki nilai gizi yang menonjol dibandingkan jenis kacang lain.
Protein dalam selai kacang berperan penting dalam menyediakan asam amino yang dibutuhkan tubuh. Asam amino ini berfungsi untuk membangun, memelihara, dan memperbaiki jaringan otot.
Oleh karena itu, konsumsi selai kacang secara rutin dapat membantu mendukung peningkatan massa otot, terutama jika dikombinasikan dengan aktivitas fisik yang memadai.
Membantu Rasa Kenyang Bertahan Lebih Lama
Mengonsumsi selai kacang setiap hari juga dapat membantu tubuh merasa kenyang lebih lama. Efek ini berasal dari kombinasi protein dan lemak sehat yang terkandung di dalamnya. Lemak membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna, sehingga rasa lapar tidak cepat muncul.
Dalam dua sendok makan selai kacang, terdapat sekitar 16 gram lemak. Kandungan ini berperan dalam memperlambat pengosongan lambung dan menjaga kestabilan energi sepanjang hari. Alhasil, keinginan untuk makan berlebihan dapat ditekan.
Dengan rasa kenyang yang bertahan lebih lama, selai kacang dapat membantu menjaga berat badan agar tetap stabil. Namun, kunci utamanya adalah pengaturan porsi dan pemilihan makanan pendamping yang tepat agar manfaat ini benar-benar dirasakan tanpa efek samping.
Menjaga Kesehatan Jantung
Kacang-kacangan, termasuk kacang tanah, dikenal sebagai sumber lemak tak jenuh tunggal yang baik bagi kesehatan jantung. Lemak jenis ini berkaitan dengan peningkatan kadar kolesterol baik sekaligus membantu menurunkan kolesterol jahat dalam darah.
Konsumsi kacang secara teratur juga dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular. Oleh sebab itu, selai kacang dapat menjadi bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan jantung jika dikonsumsi secara bijak.
“Namun, satu porsi kacang tanah juga menyediakan sejumlah besar nutrisi lain yang telah terbukti mendukung kesehatan jantung dan kesehatan secara keseluruhan,” imbuh Malkani.
Selain lemak sehat, kacang tanah juga mengandung serat, magnesium, asam lemak omega-6, serta asam amino yang membantu relaksasi pembuluh darah. Kandungan kalium di dalamnya turut berperan dalam menjaga tekanan darah tetap sehat.
Asupan Nutrisi dan Risiko Kalori Berlebih
Konsumsi selai kacang secara rutin juga membantu tubuh memperoleh berbagai mikronutrien penting. Beberapa di antaranya adalah magnesium dan vitamin E.
Magnesium berperan dalam menjaga kesehatan tulang serta mendukung metabolisme energi, sementara vitamin E membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh dan melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.
Meski demikian, ada hal yang perlu diwaspadai. Selai kacang tergolong makanan dengan kepadatan kalori yang cukup tinggi. Dalam dua sendok makan saja, selai kacang sudah mengandung sekitar 190 kalori. Jika tidak dikontrol, konsumsi harian berpotensi menyebabkan asupan kalori berlebih.
Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan kombinasi makanan saat mengonsumsi selai kacang. Memadukannya dengan roti dari biji-bijian utuh yang tinggi serat lebih disarankan dibandingkan roti putih biasa. Dengan cara ini, manfaat selai kacang tetap dapat diperoleh tanpa meningkatkan risiko kelebihan kalori.